<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
            xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
            xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
            xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
            xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
            xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel>
                <title>Berita Kasus</title>
                <atom:link href="https://beritakasus.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://beritakasus.com/</link>
                <description>Bukan sekadar media berita, tetapi menjadi ruang pencatat perjalanan bangsa dalam mencatat kebijakan, kekuasaan, kegagalan, harapan, dan suara rakyat yang sering terabaikan.</description>
                <lastBuildDate>Thu, 04 Jun 2026 22:47:00 +0700</lastBuildDate>
                <language>id-ID</language>
                <generator>https://beritakasus.com/</generator>
                <image>
                    <url>https://beritakasus.com/po-content/uploads/logo/logoweb-jejak.webp</url>
                    <title>Berita Kasus</title>
                    <link>https://beritakasus.com/</link>
                </image><item>
                    <title><![CDATA[Rachmat Irianto Ngopi Bareng Pemilik Warkop KHoi di Simo Rejo Surabaya]]></title>
                    <link>https://beritakasus.com/news-430-rachmat-irianto-ngopi-bareng-pemilik-warkop-khoi-di-simo-rejo-surabaya</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://beritakasus.com/news-430-rachmat-irianto-ngopi-bareng-pemilik-warkop-khoi-di-simo-rejo-surabaya</guid>
                    <pubDate>Thu, 04 Jun 2026 22:47:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Beritakasus.com//Surabaya – Pemain sepak bola Indonesia sekaligus penggawa Persebaya Surabaya, Rachmat Irianto, terlihat menikmati suasana santai dengan ngopi b]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #843fa1;">Beritakasus.com//Surabaya &ndash;</span> Pemain sepak bola Indonesia sekaligus penggawa Persebaya Surabaya, Rachmat Irianto, terlihat menikmati suasana santai dengan ngopi bersama Wenda Pramono, pemilik Warkop KHoi di kawasan Simo Mulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, Kamis (4/6/2026).</p>
<p>Kehadiran Rachmat Irianto di Warkop KHoi menarik perhatian warga dan para penggemar sepak bola yang berada di sekitar wilayah &nbsp;Simo Rejo.</p>
<p>Sosok yang dikenal sebagai salah satu pemain kebanggaan Kota Pahlawan itu tampak menikmati waktu bersama kedua anaknya dan masyarakat sekitar.</p>
<p>Dalam suasana yang akrab dan penuh kehangatan, Rachmat Irianto terlihat berbincang santai sambil menikmati secangkir kopi bersama kedua anaknya serta Wenda Pramono selaku pemilik Warkop KHoi.</p>
<p>Momen kebersamaan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang sedang berada di lokasi.</p>
<p>Sejumlah pengunjung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto dan menyapa langsung pemain yang dikenal dekat dengan masyarakat Surabaya itu.</p>
<p>Kehadirannya di tengah warga menambah suasana hangat dan penuh kekeluargaan di warkop khoi tersebut.</p>
<p>Saat ditemui awak media, Rachmat Irianto mengatakan bahwa kegiatan ngopi santai tersebut merupakan ajang silaturahmi sekaligus bentuk kedekatannya dengan pemilik usaha warkop khoi dan masyarakat Surabaya.</p>
<p>&ldquo;Kegiatan ngopi santai ini sebagai ajang silaturahmi dan menunjukkan kedekatan saya dengan pemilik usaha Warkop KHoi serta masyarakat Surabaya,&rdquo; ujar Rachmat Irianto.</p>
<p>Suasana sederhana namun penuh keakraban yang tercipta di Warkop KHoi menjadi bukti bahwa pesepak bola profesional tetap dapat menjalin hubungan baik dengan warga Simo Rejo &nbsp;di lingkungan tempat ia tumbuh dan berkembang.</p>
<p>Acara berlangsung aman dan kondusif hingga selesai.</p>
<p>Warga yang hadir berharap momen kebersamaan seperti ini dapat kembali terjalin di masa mendatang sebagai bentuk kedekatan antara atlet dan masyarakat.</p>
<p><br />(Red)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://beritakasus.com/po-content/uploads/202606/1001315656.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Rachmat Irianto Ngopi Bareng Pemilik Warkop KHoi di Simo Rejo Surabaya]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Priyo]]></dc:creator><category><![CDATA[News]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Diduga Dikeroyok Oknum Perguruan Silat di Surabaya, Pemuda 19 Tahun Meninggal Dunia]]></title>
                    <link>https://beritakasus.com/news-429-diduga-dikeroyok-oknum-perguruan-silat-di-surabaya-pemuda-19-tahun-meninggal-dunia</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://beritakasus.com/news-429-diduga-dikeroyok-oknum-perguruan-silat-di-surabaya-pemuda-19-tahun-meninggal-dunia</guid>
                    <pubDate>Thu, 04 Jun 2026 21:41:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Beritakasus.com//Surabaya– Duka mendalam menyelimuti keluarga Thomas Julianus Kristianto (19). Pemuda yang baru saja lulus SMA tersebut meninggal dunia setelah ]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #843fa1;">Beritakasus.com//Surabaya&ndash; </span>Duka mendalam menyelimuti keluarga Thomas Julianus Kristianto (19). Pemuda yang baru saja lulus SMA tersebut meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh oknum perguruan silat di kawasan Surabaya.</p>
<p>Kakek korban, Margono (88), menceritakan detik-detik terakhir sebelum sang cucu mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.</p>
<p>Margono mengenang, peristiwa memilukan ini bermula saat Thomas berpamitan kepadanya pada malam hari. Saat itu, Thomas hanya mengatakan ingin keluar rumah sebentar bersama seorang temannya yang merupakan anak dari bidan setempat.</p>
<p>Namun, hingga larut malam, Thomas tak kunjung kembali ke rumah. Keluarga justru dikejutkan dengan kedatangan teman Thomas yang mengabarkan bahwa korban berada di klinik dr. Danu.</p>
<p>"Pamitannya ke saya mau keluar sebentar. Keluar itu kok enggak pulang-pulang. Tahu-tahu temannya ke sini (mengabarkan) Thomas ada di dokter Danu," ujar Margono saat ditemui di kediamannya.</p>
<p>Saat pihak keluarga menyusul, kondisi Thomas sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan luka parah di bagian kepala.</p>
<p>"Sudah enggak sadar, darahnya keluar dari kepalanya," ungkap Margono dengan nada sedih.</p>
<p>Karena klinik tersebut merupakan rumah sakit bersalin, korban harus segera dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar.</p>
<p>Setelah sempat kesulitan mencari ambulans, Thomas akhirnya dilarikan ke RSUD Dr. Soetomo untuk mendapatkan penanganan medis darurat.</p>
<p>Naas, nyawa pemuda berusia 19 tahun itu tidak tertolong setelah menjalani operasi.</p>
<p>"Meninggal setelah dioperasi pagi tadi sekitar jam 05.00 WIB," lanjut sang kakek.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, dugaan penganiayaan tersebut terjadi di kawasan belakang SMA Negeri 11 Surabaya, yang juga merupakan sekolah tempat Thomas menimba ilmu.</p>
<p>"Kejadian persis katanya di belakang SMA 11 situ loh, ada warung apa itu," kata Margono.</p>
<p>Meski pihak keluarga mendengar kabar bahwa Thomas dipukuli, mereka masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian.</p>
<p>Saat ini, jenazah Thomas tengah menjalani proses autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.</p>
<p>Pihak kepolisian pun dilaporkan sudah turun tangan dan melakukan penelusuran menyeluruh atas kasus ini.</p>
<p>Kepergian Thomas menyisakan luka yang sangat mendalam, terlebih remaja tersebut diketahui sudah menjadi anak yatim piatu sejak menduduki bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selama ini, Thomas tinggal dan diasuh oleh kakeknya.</p>
<p>Margono menceritakan bahwa cucunya adalah sosok pemuda yang tangguh dan baru saja menyelesaikan pendidikan di bangku SMA.</p>
<p>Thomas bahkan sedang menunggu waktu pengambilan ijazahnya kelulusannya.</p>
<p>Di mata sang kakek, Thomas adalah anak yang memiliki rekam jejak akademik yang baik dan rajin beribadah ke gereja. Prestasinya pun tergolong baik dengan nilai yang terus meningkat.</p>
<p>* Pendidikan: Alumni SMPN 26 Surabaya dan baru lulus dari SMAN 11 Surabaya.<br />* Akademik: Nilai rapor standar yang baik, dengan rata-rata terakhir mencapai angka 84.<br />* Kepribadian: Dikenal rajin beribadah ke gereja dan merupakan sosok pemuda yang tangguh yang sempat mendapat beasiswa.</p>
<p>Kini, Margono yang sudah berusia senja hanya bisa pasrah dan berharap keadilan bagi cucu tercintanya dapat segera ditegakkan oleh pihak kepolisian.</p>
<p>(Red)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://beritakasus.com/po-content/uploads/202606/1001315248.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Diduga Dikeroyok Oknum Perguruan Silat di Surabaya, Pemuda 19 Tahun Meninggal Dunia]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Priyo]]></dc:creator><category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Dugaan Sunat Dana Reses Kembali Mencuat, Kegiatan Anggota Fraksi PAN Jadi Sorotan]]></title>
                    <link>https://beritakasus.com/news-428-dugaan-sunat-dana-reses-kembali-mencuat-kegiatan-anggota-fraksi-pan-jadi-sorotan</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://beritakasus.com/news-428-dugaan-sunat-dana-reses-kembali-mencuat-kegiatan-anggota-fraksi-pan-jadi-sorotan</guid>
                    <pubDate>Thu, 04 Jun 2026 15:28:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Beritakasus.com// Surabaya -Dugaan pemotongan anggaran reses kembali menjadi sorotan di Kota Surabaya. Kali ini, kegiatan reses anggota DPRD Kota Surabaya dari]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #843fa1;">Beritakasus.com// Surabaya -</span>Dugaan pemotongan anggaran reses kembali menjadi sorotan di Kota Surabaya. Kali ini, kegiatan reses anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PAN, Juliana Evawati, yang digelar pada 2 Juni 2026 di RT 06 RW 12, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, menuai pertanyaan dari warga.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan tersebut dihadiri sekitar 100 peserta. Namun sejumlah warga mengaku hanya menerima nasi kotak dan gula pasir 1 kilogram setelah mengikuti kegiatan serap aspirasi tersebut.</p>
<p>Kondisi itu kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait penggunaan anggaran reses yang dialokasikan untuk kegiatan tersebut.&nbsp;</p>
<p>Pasalnya, reses merupakan agenda resmi anggota DPRD yang dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, anggaran reses umumnya digunakan untuk menunjang berbagai kebutuhan kegiatan, mulai dari konsumsi peserta, perlengkapan acara, dokumentasi, administrasi, hingga kebutuhan operasional lainnya. Karena menggunakan uang negara, setiap penggunaan anggaran wajib dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Sejumlah warga berharap adanya keterbukaan mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Mereka menilai transparansi penting untuk memastikan seluruh anggaran yang telah dialokasikan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP AMI, Baihaki Akbar, meminta adanya keterbukaan terkait penggunaan anggaran reses serta pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaksanaannya.</p>
<p>"Dana reses adalah uang rakyat yang bersumber dari APBD. Karena itu penggunaannya harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika muncul pertanyaan dari masyarakat, maka perlu ada penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan dugaan adanya pemotongan atau penyimpangan anggaran," tegas Baihaki Akbar, SE., SH.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan reses seharusnya menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan yang nantinya diperjuangkan oleh wakil rakyat di DPRD. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus mencerminkan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan kepada publik.</p>
<p>AMI juga meminta Sekretariat DPRD Kota Surabaya untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan reses agar seluruh anggaran yang telah dialokasikan benar-benar dimanfaatkan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan, pihak Juliana Evawati belum memberikan keterangan resmi terkait informasi tersebut.</p>
<p>Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi dari pihak yang bersangkutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Red)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://beritakasus.com/po-content/uploads/202606/1001313265.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Dugaan Sunat Dana Reses Kembali Mencuat, Kegiatan Anggota Fraksi PAN Jadi Sorotan]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Priyo]]></dc:creator><category><![CDATA[News]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Salah Satu Warga Tragah Tewas Dianiaya, Polres Bangkalan Masih Dalami Motif Pelaku]]></title>
                    <link>https://beritakasus.com/news-427-salah-satu-warga-tragah-tewas-dianiaya-polres-bangkalan-masih-dalami-motif-pelaku</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://beritakasus.com/news-427-salah-satu-warga-tragah-tewas-dianiaya-polres-bangkalan-masih-dalami-motif-pelaku</guid>
                    <pubDate>Thu, 04 Jun 2026 15:25:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Beritakasus.com//Bangkalan – Peristiwa penganiayaan yang berujung maut terjadi di Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, pada Rabu malam (3/6/2026). 
Seorang w]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #843fa1;">Beritakasus.com//Bangkalan &ndash;</span> Peristiwa penganiayaan yang berujung maut terjadi di Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, pada Rabu malam (3/6/2026).&nbsp;</p>
<p>Seorang warga Dusun Gundul, Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, berinisial SY (50), ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam.</p>
<p>Menanggapi kejadian tersebut, Kasi Humas Polres Bangkalan, Agung Intama, menjelaskan bahwa kasus tersebut saat ini masih dalam penanganan dan penyelidikan intensif oleh Satreskrim Polres Bangkalan.</p>
<p>&ldquo;Penyidik terus mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk mengungkap kasus ini secara tuntas. Saat ini kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan lebih lanjut,&rdquo; ujar Ipda Agung saat ditemui di Mapolres Bangkalan, Kamis pagi (4/6/2026).</p>
<p>Berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh dari sejumlah saksi di lokasi kejadian, pelaku diketahui mendatangi rumah korban sekitar pukul 19.30 WIB.</p>
<p>&ldquo;Pelaku sempat berjabat tangan dengan korban. Namun setelah itu, pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis celurit dan mengayunkannya ke arah perut korban sebelum melarikan diri,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius yang menyebabkan korban meninggal dunia.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, jajaran Polres Bangkalan masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.&nbsp;</p>
<p>Polisi juga terus mendalami motif pelaku serta melakukan upaya pengejaran guna mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh.<br />(Red)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://beritakasus.com/po-content/uploads/202606/1001313206.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Salah Satu Warga Tragah Tewas Dianiaya, Polres Bangkalan Masih Dalami Motif Pelaku]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Priyo]]></dc:creator><category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Konfirmasi Media Terkait Dugaan Tangkap Lepas Kasus Judi Online Belum Mendapat Respons]]></title>
                    <link>https://beritakasus.com/news-426-konfirmasi-media-terkait-dugaan-tangkap-lepas-kasus-judi-online-belum-mendapat-respons</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://beritakasus.com/news-426-konfirmasi-media-terkait-dugaan-tangkap-lepas-kasus-judi-online-belum-mendapat-respons</guid>
                    <pubDate>Thu, 04 Jun 2026 12:43:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Beritakasus.com//Surabaya – Upaya konfirmasi yang dilakukan sejumlah awak media terkait dugaan praktik tangkap lepas dalam penanganan kasus perjudian online (]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #236fa1;">Beritakasus.com//Surabaya &ndash;</span> Upaya konfirmasi yang dilakukan sejumlah awak media terkait dugaan praktik tangkap lepas dalam penanganan kasus perjudian online (judol) di wilayah Jawa Timur hingga kini dikabarkan belum mendapatkan tanggapan dari pihak kepolisian yang bersangkutan.</p>
<p>Informasi yang beredar menyebutkan adanya penangkapan terhadap sejumlah pihak di wilayah Sukorame, Kabupaten Sidoarjo, pada 13 Mei 2026. Namun, dua hari kemudian, tepatnya pada 15 Mei 2026, para pihak yang diamankan tersebut dikabarkan telah dilepaskan.&nbsp;</p>
<p>Dugaan tersebut kemudian menjadi perhatian sejumlah media yang berupaya meminta klarifikasi kepada pihak terkait.</p>
<p>Menurut keterangan yang dihimpun, awak media telah melakukan berbagai upaya konfirmasi, baik melalui saluran komunikasi resmi maupun dengan mendatangi langsung Subdirektorat 2 Unit 1 Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur.&nbsp;</p>
<p>Konfirmasi tersebut juga ditujukan kepada oknum yang disebut berinisial A dan D. Namun hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan maupun keterangan resmi yang diberikan.</p>
<p>Belum adanya respons tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat yang mengharapkan keterbukaan informasi dan penjelasan resmi terkait penanganan perkara yang menjadi sorotan publik tersebut.&nbsp;</p>
<p>Sejumlah media lokal juga telah menyoroti dugaan tersebut dalam pemberitaannya, namun hingga saat ini belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang disebutkan.</p>
<p>Masyarakat dan insan pers berharap institusi kepolisian dapat memberikan penjelasan secara transparan guna menghindari berkembangnya spekulasi di ruang publik serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.</p>
<p>Di sisi lain, Kepolisian Republik Indonesia pada berbagai kesempatan telah menegaskan komitmennya untuk menindak setiap pelanggaran prosedur maupun pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh anggota sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang dikonfirmasi belum memberikan jawaban atau keterangan resmi.</p>
<p>&nbsp;Apabila di kemudian hari terdapat penjelasan atau klarifikasi dari pihak terkait, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang dan sesuai dengan kaidah jurnalistik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>( Red)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://beritakasus.com/po-content/uploads/202606/1001312169.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Konfirmasi Media Terkait Dugaan Tangkap Lepas Kasus Judi Online Belum Mendapat Respons]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Priyo]]></dc:creator><category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Teror Pocong Bersenjata Tajam di Bangkalan Terungkap, Pelaku Mengaku Iseng Demi Konten]]></title>
                    <link>https://beritakasus.com/news-425-teror-pocong-bersenjata-tajam-di-bangkalan-terungkap-pelaku-mengaku-iseng-demi-konten</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://beritakasus.com/news-425-teror-pocong-bersenjata-tajam-di-bangkalan-terungkap-pelaku-mengaku-iseng-demi-konten</guid>
                    <pubDate>Thu, 04 Jun 2026 11:45:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Beritakasus.com//Bangkalan – Aksi teror pocong membawa senjata tajam jenis celurit yang sempat viral dan meresahkan warga di Kabupaten Bangkalan akhirnya b]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #236fa1;">Beritakasus.com//Bangkalan </span>&ndash; Aksi teror pocong membawa senjata tajam jenis celurit yang sempat viral dan meresahkan warga di Kabupaten Bangkalan akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian.</p>
<p>Setelah video tersebut beredar luas di media sosial, pihak kepolisian bersama perangkat desa bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan para pelaku.</p>
<p>Kasihumas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menjelaskan bahwa aksi tersebut murni dilakukan oleh sejumlah pemuda yang mengaku hanya iseng untuk membuat konten media sosial.</p>
<p>"Teror pocong itu ulah beberapa pemuda yang iseng membuat konten. Kejadian itu menjadi viral sehingga menimbulkan keresahan," ujar Ipda Agung Intama, Kamis (4/6/2026).</p>
<p>Dalam rekaman yang beredar, para pelaku tidak hanya mengenakan kostum pocong yang menyeramkan, tetapi juga membawa celurit sehingga menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.</p>
<p>Aksi tersebut dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.</p>
<p>Menindaklanjuti keresahan warga, anggota kepolisian dari Polsek setempat yang mendapat dukungan personel Polres langsung mendatangi lokasi kejadian.</p>
<p>Bersama tokoh masyarakat dan perangkat desa, petugas berhasil mengidentifikasi serta mengamankan tujuh pemuda yang terlibat dalam pembuatan video tersebut.</p>
<p>"Anggota Polsek yang di-backup Polres langsung mendatangi lokasi dan mengumpulkan tokoh masyarakat untuk mengamankan para pemuda yang membuat konten tersebut," lanjutnya.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, para pemuda tersebut mengakui bahwa aksi yang mereka lakukan bukanlah teror sungguhan, melainkan hanya bagian dari pembuatan konten untuk media sosial.</p>
<p>Mereka juga diminta memberikan klarifikasi secara terbuka guna meluruskan informasi yang sempat berkembang di masyarakat.</p>
<p>"Bahwasanya isu teror pocong di Bangkalan itu tidak pernah ada," tegas Ipda Agung.</p>
<p>Setelah diamankan, ketujuh pemuda tersebut mendapatkan pembinaan dari pihak kepolisian sebagai langkah edukatif agar tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.</p>
<p>Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan tidak mudah percaya terhadap isu yang belum terverifikasi.</p>
<p>"Kami berharap ketenangan dan kenyamanan masyarakat Bangkalan tetap kondusif. Isu adanya teror pocong di Bangkalan itu tidak benar adanya," pungkas Ipda Agung Intama.</p>
<p><br />(Red)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://beritakasus.com/po-content/uploads/202606/1001311577.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Teror Pocong Bersenjata Tajam di Bangkalan Terungkap, Pelaku Mengaku Iseng Demi Konten]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Priyo]]></dc:creator><category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Terpisah dari Rombongan Haul, Lansia 90 Tahun Asal Mojokerto Berhasil Dipertemukan Kembali oleh Polres Gresik]]></title>
                    <link>https://beritakasus.com/news-424-terpisah-dari-rombongan-haul-lansia-90-tahun-asal-mojokerto-berhasil-dipertemukan-kembali-oleh-polres-gresik</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://beritakasus.com/news-424-terpisah-dari-rombongan-haul-lansia-90-tahun-asal-mojokerto-berhasil-dipertemukan-kembali-oleh-polres-gresik</guid>
                    <pubDate>Thu, 04 Jun 2026 11:02:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Beritakasus.com//Gresik – Di tengah padatnya arus jemaah yang menghadiri Haul Akbar ke-71 Habib Abu Bakar di Kabupaten Gresik, sebuah kisah kemanusiaan m]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #843fa1;">Beritakasus.com//Gresik &ndash; </span>Di tengah padatnya arus jemaah yang menghadiri Haul Akbar ke-71 Habib Abu Bakar di Kabupaten Gresik, sebuah kisah kemanusiaan mengundang haru.</p>
<p>Seorang lansia berusia 90 tahun bernama Ngarto, warga Desa Jedong, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, sempat terpisah dari rombongannya dan kesulitan menemukan jalan pulang.</p>
<p>Berkat kesigapan personel Polres Gresik, Mbah Ngarto akhirnya berhasil dipertemukan kembali dengan keluarga dan rombongannya dalam keadaan sehat.</p>
<p>Peristiwa bermula ketika petugas yang berjaga di sekitar lokasi haul menemukan Mbah Ngarto duduk seorang diri di bawah lampu lalu lintas. Pada saat yang sama, panitia menerima laporan mengenai seorang jemaah yang terpisah dari rombongan.</p>
<p>Melihat kondisi Mbah Ngarto yang tampak kelelahan dan kebingungan, petugas segera membawanya ke Pos Sementara Haul di Simpang Empat GNI untuk beristirahat sekaligus mendapatkan pendampingan.</p>
<p>Proses pencarian keluarga tidak berlangsung mudah.</p>
<p>Keterbatasan informasi yang dapat disampaikan Mbah Ngarto karena faktor usia membuat petugas harus bekerja ekstra.</p>
<p>Koordinasi dilakukan dengan Polres Mojokerto, Bhabinkamtibmas setempat, hingga perangkat desa asal Mbah Ngarto guna memperoleh petunjuk mengenai identitas dan keluarganya.</p>
<p>Petugas juga berusaha menggali informasi terkait kendaraan yang digunakan saat berangkat ke acara haul. Namun informasi yang diperoleh sangat terbatas.</p>
<p>&ldquo;Bapak hanya menyampaikan mobil warna putih. Saat kami tanya apakah naik bus, beliau menjawab tidak. Ditanya kendaraan jenis Elf atau Hiace juga bukan.</p>
<p>Baru ketika kami tanya apakah mobil pribadi atau mobil kecil, beliau menjawab iya,&rdquo; ujar salah satu petugas.</p>
<p>Berbekal informasi tersebut, anggota kepolisian kemudian melakukan penyisiran ke sejumlah kantong parkir di sekitar lokasi kegiatan.</p>
<p>Pengumuman melalui pengeras suara juga terus disampaikan secara berkala guna membantu menemukan keluarga maupun rombongan asal Mojokerto.</p>
<p>Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.</p>
<p>Di salah satu area parkir terakhir yang diperiksa, petugas berhasil menemukan kendaraan rombongan Mbah Ngarto.</p>
<p>Keluarga yang sejak lama menunggu dan mencari keberadaannya pun langsung menyambut dengan penuh haru.</p>
<p>Ponidi, anak kandung Mbah Ngarto, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran Polres Gresik atas bantuan yang diberikan.</p>
<p>&ldquo;Saya, Ponidi, atas nama keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada bapak-bapak polisi Gresik.</p>
<p>Terima kasih sudah merawat, mencari, dan mempertemukan kembali orang tua kami dengan rombongan hingga bisa berkumpul lagi,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan anggotanya merupakan bagian dari tugas pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Selain melaksanakan pengaturan lalu lintas dan pengamanan jalur kegiatan haul, membantu warga yang membutuhkan merupakan kewajiban setiap anggota Polri.</p>
<p>Kami bersyukur Mbah Ngarto dapat kembali berkumpul dengan keluarganya dalam keadaan sehat walafiat,&rdquo; kata AKP Nur Arifin.</p>
<p>Kisah Mbah Ngarto menjadi bukti bahwa di balik pengamanan sebuah kegiatan besar, terdapat kepedulian dan sentuhan kemanusiaan yang memberikan rasa aman bagi masyarakat.</p>
<p>Kesigapan personel Polres Gresik dalam membantu lansia yang terpisah dari keluarganya pun mendapat apresiasi dari para jemaah dan masyarakat sekitar.</p>
<p><br />( Red)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://beritakasus.com/po-content/uploads/202606/1001311212.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Terpisah dari Rombongan Haul, Lansia 90 Tahun Asal Mojokerto Berhasil Dipertemukan Kembali oleh Polres Gresik]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Priyo]]></dc:creator><category><![CDATA[News]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Akhir Tragis Pelarian Ibu dan Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar di Surabaya]]></title>
                    <link>https://beritakasus.com/news-423-akhir-tragis-pelarian-ibu-dan-anak-buron-korupsi-rp475-miliar-di-surabaya</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://beritakasus.com/news-423-akhir-tragis-pelarian-ibu-dan-anak-buron-korupsi-rp475-miliar-di-surabaya</guid>
                    <pubDate>Wed, 03 Jun 2026 20:01:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Beritakasus.com//Surabaya – Pelarian panjang dua buronan kasus korupsi, Liauw Inggarwati dan putranya, Bastian Widjaja, akhirnya berakhir.
Setelah empat tahun ]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #843fa1;">Beritakasus.com//Surabaya &ndash;</span> Pelarian panjang dua buronan kasus korupsi, Liauw Inggarwati dan putranya, Bastian Widjaja, akhirnya berakhir.</p>
<p>Setelah empat tahun masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), keduanya berhasil ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Surabaya pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.</p>
<p>Kedua terpidana kasus kredit modal kerja fiktif di Bank Jatim dengan nilai kerugian mencapai Rp4,75 miliar tersebut diamankan tanpa perlawanan di sebuah rumah dalam kawasan perumahan elit di Lakarsantri, Surabaya.</p>
<p>Penangkapan itu merupakan hasil pengamatan dan pengejaran intensif yang dilakukan tim intelijen selama tiga pekan terakhir.</p>
<p>Kerap Berpindah Tempat dan Ubah Identitas<br />Selama menjadi buronan sejak tahun 2022, Liauw Inggarwati dan Bastian Widjaja diketahui berupaya menghindari kejaran aparat dengan berpindah-pindah lokasi persembunyian di wilayah Magetan dan Surabaya.</p>
<p>Tak hanya itu, keduanya juga diduga mengubah identitas diri serta menghapus berbagai jejak digital guna menyulitkan pelacakan oleh petugas.</p>
<p>Namun, upaya tersebut akhirnya berhasil diungkap Tim Tabur Kejari Surabaya.</p>
<p>Setelah ditangkap, keduanya langsung diserahkan kepada Jaksa Eksekutor Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surabaya untuk menjalani proses eksekusi putusan pengadilan.</p>
<p>Saat ini, Liauw Inggarwati dan Bastian Widjaja telah ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo.</p>
<p>Divonis Bersalah dalam Sidang In Absentia Sebelumnya, proses hukum terhadap kedua terdakwa tetap berjalan meskipun mereka tidak pernah menghadiri persidangan.</p>
<p>Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) memutus perkara tersebut secara in absentia dan menyatakan keduanya terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi.</p>
<p>Majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada Liauw Inggarwati berupa pidana penjara selama delapan tahun, denda Rp500 juta, serta kewajiban membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp3,08 miliar.</p>
<p>Sementara itu, Bastian Widjaja dijatuhi hukuman lebih berat, yakni 12 tahun penjara dan denda Rp500 juta.</p>
<p>Satu Buronan Lain Masih Dalam Pengejaran<br />Kasus korupsi kredit fiktif tersebut menyeret total lima orang pelaku.</p>
<p>Setelah berhasil mengeksekusi Liauw Inggarwati dan Bastian Widjaja, Tim Tabur Kejari Surabaya kini masih memburu satu terpidana lain yang berstatus DPO, yakni Liem Susilowati, yang merupakan adik kandung Liauw Inggarwati.</p>
<p>Sementara itu, dua terpidana lainnya dari internal Bank Jatim telah lebih dahulu menjalani hukuman.</p>
<p>Mereka adalah Wonggo Prayitno, mantan Pemimpin Divisi Kredit Menengah dan Korporasi, serta Arya Lelana, mantan Pemimpin Sub Divisi Kredit Menengah dan Korporasi, yang masing-masing telah dieksekusi untuk menjalani pidana penjara selama empat tahun.</p>
<p>Komitmen Kejaksaan<br />Mewakili Kepala Kejari Surabaya, Kasi Intelijen Kejari Surabaya, Putu Arya Wibisana, menegaskan bahwa keberhasilan penangkapan ini merupakan wujud komitmen Kejaksaan dalam menjalankan program prioritas Jaksa Agung RI guna memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.</p>
<p>"Kami mengimbau para buronan lainnya agar segera menyerahkan diri secara kooperatif.</p>
<p>Tidak ada tempat yang aman bagi pelaku tindak pidana korupsi," tegasnya.</p>
<p>Penangkapan dua buronan ini menjadi bukti bahwa aparat penegak hukum terus melakukan upaya pengejaran terhadap para terpidana yang mencoba menghindari pelaksanaan putusan pengadilan, meskipun telah bertahun-tahun melarikan diri.</p>
<p><br />( Red)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://beritakasus.com/po-content/uploads/202606/1001308634.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Akhir Tragis Pelarian Ibu dan Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar di Surabaya]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Priyo]]></dc:creator><category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Polrestabes Surabaya Ungkap 163 Kasus Kejahatan Jalanan, 192 Tersangka Diamankan]]></title>
                    <link>https://beritakasus.com/news-422-polrestabes-surabaya-ungkap-163-kasus-kejahatan-jalanan-192-tersangka-diamankan</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://beritakasus.com/news-422-polrestabes-surabaya-ungkap-163-kasus-kejahatan-jalanan-192-tersangka-diamankan</guid>
                    <pubDate>Wed, 03 Jun 2026 19:03:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Beritakasus.com//Surabaya – Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap 163 kasus kejahatan jalanan selama periode Januari hingga Mei 2026. 
Dari pengungkapan te]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #843fa1;">Beritakasus.com//Surabaya &ndash;</span> Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap 163 kasus kejahatan jalanan selama periode Januari hingga Mei 2026.&nbsp;</p>
<p>Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 192 tersangka berhasil diamankan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.</p>
<p>Hal itu disampaikan Kapolrestabes Surabaya, , saat memimpin konferensi pers di Mapolrestabes&nbsp;<br />Surabaya, Rabu (3/6/2026).&nbsp;</p>
<p>Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Reskrim AKBP Edy Herwiyanto dan Kasi Humas Polrestabes Surabaya Hadi.</p>
<p>Kapolrestabes menjelaskan, pihaknya telah menurunkan tim khusus yang bekerja secara preventif melalui patroli rutin serta represif melalui penegakan hukum guna menekan angka kriminalitas di Kota Surabaya.</p>
<p>"Dalam periode Januari hingga Mei 2026, kami berhasil mengungkap 163 kasus kejahatan jalanan.&nbsp;</p>
<p>Langkah preventif dan penegakan hukum terus kami lakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat," ujar Kombes Pol Luthfie Sulistyawan.</p>
<p>Dari total kasus yang berhasil diungkap, terdiri atas 15 kasus pencurian dengan kekerasan (curas), 97 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), 37 kasus kejahatan lainnya termasuk premanisme, 9 kasus kepemilikan senjata tajam, 2 kasus penganiayaan berat, dan 1 kasus pembunuhan.</p>
<p>Sementara itu, 192 tersangka yang diamankan meliputi 16 tersangka kasus curas, 108 tersangka curanmor termasuk penadah, 54 tersangka premanisme dan gangster, 9 tersangka kepemilikan senjata tajam, 2 tersangka penganiayaan berat, serta 2 tersangka kasus pembunuhan.</p>
<p>Kapolrestabes menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya memburu pelaku pencurian kendaraan bermotor, tetapi juga para penadah yang menjadi bagian dari jaringan kejahatan tersebut.</p>
<p>"Kami berupaya semaksimal mungkin menemukan kendaraan hasil curian agar dapat segera dikembalikan kepada pemiliknya," tegasnya.</p>
<p>Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita berbagai barang bukti, di antaranya 89 unit sepeda motor dan 2 unit mobil.&nbsp;</p>
<p>Sebanyak 21 unit sepeda motor yang telah diketahui pemiliknya akan segera dikembalikan tanpa dipungut biaya.</p>
<p>Selain kendaraan, petugas juga mengamankan sejumlah alat yang digunakan para pelaku, seperti kunci Letter T, senjata tajam, dan perlengkapan lainnya.</p>
<p>Polrestabes Surabaya juga mengungkap kasus pengeroyokan yang dilakukan kelompok gangster di Jalan Mulyosari Surabaya pada Minggu (31/5/2026).&nbsp;</p>
<p>Peristiwa tersebut bermula ketika sekelompok pemuda yang diduga dalam pengaruh minuman keras melakukan konvoi dan menganiaya dua pedagang yang sedang beristirahat.</p>
<p>Akibat serangan menggunakan batu, besi, dan knalpot motor, kedua korban mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis.&nbsp;</p>
<p>Polisi berhasil menangkap lima pelaku berinisial EH, YB, AMF, BTW, dan IB, sementara beberapa pelaku lainnya masih dalam pengejaran.</p>
<p>Kasus lain yang berhasil diungkap adalah pengeroyokan terhadap tiga mahasiswa di Jalan Ketintang Madya Surabaya.&nbsp;</p>
<p>Para korban yang sedang melakukan riset kendaraan hemat energi menjadi sasaran kekerasan setelah menegur sekelompok pemuda yang menggesekkan standar sepeda motor ke aspal hingga menimbulkan percikan api.</p>
<p>Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan tiga pelaku berinisial MR, RA, dan AB. Satu pelaku lainnya masih berstatus buronan.</p>
<p>Untuk mengantisipasi maraknya aksi gangster dan geng motor, Polrestabes Surabaya telah membentuk unit khusus yang terdiri dari 23 personel berkualifikasi Brimob.&nbsp;</p>
<p>Tim tersebut akan melaksanakan patroli setiap hari guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.</p>
<p>"Saya mengingatkan kepada kelompok gangster dan geng motor agar menghentikan aksi yang meresahkan warga Surabaya.&nbsp;</p>
<p>Kami akan bertindak tegas dan terukur terhadap siapa pun yang mengancam keselamatan masyarakat," tegas Kapolrestabes.</p>
<p>Selain itu, sejumlah kasus jambret di kawasan Makam Peneleh dan Jalan Undaan Karya Anyar juga berhasil diungkap berkat kerja cepat tim Reskrim bersama Unit Patroli Polsek Genteng.</p>
<p>Polisi juga berhasil menangkap tiga pelaku curanmor yang sempat viral di wilayah Wiyung.</p>
<p>&nbsp;Para pelaku diketahui telah beraksi di sedikitnya lima lokasi berbeda sebelum akhirnya ditangkap setelah petugas melakukan pengintaian selama empat hari di sebuah rumah kos di kawasan Margomulyo Surabaya.</p>
<p>Saat proses penangkapan berlangsung, ketiga tersangka berusaha melawan dan melarikan diri sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan mereka.</p>
<p>Menutup keterangannya, Kapolrestabes Surabaya menegaskan komitmennya dalam memberantas kejahatan jalanan demi menjaga keamanan warga Kota Surabaya.</p>
<p>"Kami memiliki tim profesional yang siap bergerak setiap saat. Kepada para pelaku kejahatan jalanan, hentikan aksi Anda mulai sekarang karena kami akan bertindak tegas demi keamanan masyarakat," pungkasnya.</p>
<p><br />(Red)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://beritakasus.com/po-content/uploads/202606/1001308305.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Polrestabes Surabaya Ungkap 163 Kasus Kejahatan Jalanan, 192 Tersangka Diamankan]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Priyo]]></dc:creator><category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Diskusi Publik dan Deklarasi GESEK BEJO di Surabaya, Perkuat Gerakan Sekolah Bersih Judi Online untuk Lindungi Pelajar]]></title>
                    <link>https://beritakasus.com/news-421-diskusi-publik-dan-deklarasi-gesek-bejo-di-surabaya-perkuat-gerakan-sekolah-bersih-judi-online-untuk-lindungi-pelajar</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://beritakasus.com/news-421-diskusi-publik-dan-deklarasi-gesek-bejo-di-surabaya-perkuat-gerakan-sekolah-bersih-judi-online-untuk-lindungi-pelajar</guid>
                    <pubDate>Wed, 03 Jun 2026 17:14:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Beritakasus.com// Surabaya – Gerakan Sekolah Bersih Judi Online (GESEK BEJO) menggema dalam kegiatan Diskusi Publik dan Deklarasi bertema "Bangkit Melawan Judi ]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #843fa1;">Beritakasus.com// Surabaya &ndash;</span> Gerakan Sekolah Bersih Judi Online (GESEK BEJO) menggema dalam kegiatan Diskusi Publik dan Deklarasi bertema "Bangkit Melawan Judi Online, Wujudkan Sekolah Aman dan Generasi Tangguh" yang digelar di Siola Convention Hall Lantai 4, Jalan Tunjungan, Surabaya, Rabu (3/6/2026).</p>
<p>Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat pencegahan judi online di kalangan pelajar sekaligus membangun kesadaran bersama tentang bahaya judi online yang semakin mengancam generasi muda Indonesia.</p>
<p>Acara yang diprakarsai Yayasan Jawapes Indonesia Emas dan jaringan Warga Peduli Sosial (Jawapes) Indonesia ini terselenggara atas kerja sama dengan DPRD Kota Surabaya Komisi D, Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta Universitas Sunan Giri.</p>
<p>Kegiatan dibuka oleh Nabila Rahmadiansyah dari Fakultas Kedokteran ITS, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa yang dipimpin M. Sholeh. Ketua Panitia, Candra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.</p>
<p>"Kami menyadari masih terdapat berbagai keterbatasan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Namun kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi seluruh peserta. Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak," ujarnya.</p>
<p>Melalui Deklarasi GESEK BEJO, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama untuk mewujudkan sekolah bebas judi online, aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang karakter generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan literasi digital, pendidikan karakter, pengawasan berkelanjutan, serta kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.</p>
<p>Diskusi publik yang dipandu Rizal Diansyah Soesanto menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, teknologi, legislatif, dan penegak hukum untuk membahas strategi pencegahan judi online di lingkungan pendidikan.</p>
<p>Dalam pemaparannya, Rizal Diansyah Soesanto menegaskan bahwa judi online merupakan ancaman serius yang harus dilawan secara bersama-sama.</p>
<p>"Judi online adalah ancaman bersama yang harus dilawan melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat."</p>
<p>Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Heri Setiawan, menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai benteng utama perlindungan pelajar dari pengaruh judi online.</p>
<p>"Sekolah harus menjadi benteng perlindungan pelajar melalui pendidikan karakter, pengawasan, dan literasi digital."</p>
<p>Pangestu Widodo dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya menyoroti pentingnya literasi digital sebagai upaya membentengi generasi muda dari penyalahgunaan teknologi dan paparan judi online.</p>
<p>"Literasi digital dan pemanfaatan teknologi secara sehat menjadi kunci mencegah pelajar terpapar judi online."</p>
<p>Dari unsur penegak hukum, Mahatir Muhammad Hidayat menegaskan bahwa anak-anak yang telah terjerat judi online harus mendapatkan perlindungan dan pendampingan, sementara para pelaku dan sindikat harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.</p>
<p>"Anak yang terjerat judi online harus diselamatkan, sementara bandar dan sindikatnya harus ditindak tegas."</p>
<p>Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Johari Mustawan, menekankan perlunya dukungan kebijakan yang kuat untuk memperkuat perlindungan pelajar dari ancaman perjudian online.</p>
<p>"Perlindungan pelajar dari judi online harus diperkuat melalui kebijakan, pengawasan, dan kolaborasi berkelanjutan."</p>
<p>Pakar teknologi Mochamad Hariadi mengingatkan bahwa sindikat judi online kini memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menjaring korban dari berbagai kalangan, termasuk pelajar.</p>
<p>"Teknologi digital kini dimanfaatkan sindikat judi online sehingga kewaspadaan dan edukasi harus ditingkatkan."</p>
<p>Sementara itu, Suwito menegaskan bahwa anak-anak yang terpapar judi online harus dipandang sebagai korban yang membutuhkan perlindungan dan pemulihan.</p>
<p>"Anak yang terpapar adalah korban yang harus dilindungi, sedangkan pelaku utama wajib dihukum tegas."</p>
<p>Melalui Diskusi Publik dan Deklarasi GESEK BEJO ini, para peserta berharap lahir gerakan masif dan berkelanjutan dalam pemberantasan judi online di lingkungan pendidikan. Gerakan Sekolah Bersih Judi Online di Surabaya diharapkan mampu memperkuat ketahanan generasi muda, meningkatkan literasi digital, serta menciptakan sekolah yang aman, sehat, berkarakter, dan bebas dari pengaruh judi online demi masa depan Indonesia yang lebih baik.</p>
<p><br />( Red)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://beritakasus.com/po-content/uploads/202606/1001306019.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Diskusi Publik dan Deklarasi GESEK BEJO di Surabaya, Perkuat Gerakan Sekolah Bersih Judi Online untuk Lindungi Pelajar]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Priyo]]></dc:creator><category><![CDATA[News]]></category></item></channel></rss>