Perloki Gelar Aksi di Surabaya, TNI-Polri Kawal Demonstrasi di Grahadi dan Bea Cukai Jatim

Reporter : Priyo

Beritakasus.com // Surabaya — Persatuan Pedagang Rokok Lokal Indonesia (Perloki) menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (12/10/2026).

Aksi yang semula direncanakan berlangsung di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, kemudian dipindahkan ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I, Jalan Raya Bandara Juanda No. 39, Semambung, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.

Aksi tersebut menjadi wadah bagi para pedagang untuk menyampaikan aspirasi terkait kebijakan perdagangan rokok lokal.
Perpindahan lokasi aksi turut menjadi perhatian aparat keamanan.

Personel TNI dan Polri diterjunkan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus menjaga aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Perwira TNI Angkatan Laut dari Lanudal Juanda, Kapten Laut (P) Agung Hermansyah, S.T.Han., menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan untuk mendukung penyampaian aspirasi masyarakat tanpa mengganggu fasilitas umum maupun ketertiban.

Menurutnya, lokasi Kantor Bea dan Cukai Jawa Timur I masih berada dalam wilayah kerja pengamanan Lanudal Juanda.

“Harapannya, kegiatan penyampaian aspirasi ini dapat berjalan dengan aman dan lancar. Kami tidak menghalang-halangi, tetapi membantu agar tidak mengganggu fasilitas umum dan aktivitas masyarakat lainnya,” ujarnya.

Sekitar 30 Personel TNI Dikerahkan
Dalam pengamanan tersebut, sekitar 30 personel TNI diterjunkan ke lapangan, didukung tim pemadam kebakaran dan pengendalian huru-hara (PHH).

Sementara itu, unsur kepolisian turut menurunkan satu tim dari Polres Sidoarjo.,sinergi TNI dan Polri tersebut bertujuan menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung.

Petugas juga melakukan pengawasan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Di sisi lain, massa aksi berharap aspirasi yang disampaikan dapat memperoleh perhatian dan tindak lanjut dari pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I.

Kedepankan Koordinasi dan Musyawarah, Kapten Agung menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan koordinator lapangan, perwakilan peserta aksi, dan pihak Bea Cukai guna membuka ruang komunikasi antara kedua belah pihak.

Koordinasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan dialog dan penyelesaian persoalan melalui musyawarah.

“Kami berkoordinasi dengan koordinator lapangan, merangkul tim demonstrasi, serta pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I.

Harapannya, kedua belah pihak dapat bertemu dan melakukan musyawarah dengan baik.

Aksi Perloki ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah dalam membahas kebijakan yang berdampak terhadap perdagangan rokok lokal.

Penyampaian aspirasi secara tertib serta penyelesaian melalui dialog diharapkan dapat menghasilkan solusi yang baik bagi semua pihak.


(Red)

Editor : Priyo

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru