Warga Simo Gunung Barat Tol RW 08 Surabaya Antusia Rayakan Sedekah Bumi dan Tasyakuran Tumpeng sebagai Wujud Syukur

Reporter : Priyo

Beritakasus.com//Surabaya – Ratusan warga RT 06 RW 08 Simo Gunung Barat Tol, Kelurahan Simo Mulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, antusias mengikuti tradisi Sedekah Bumi dan tasyakuran tumpeng sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, kesehatan, dan berbagai nikmat yang telah diberikan.


Kegiatan yang digelar pada Minggu (28/6/2026) tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Hadir dalam acara itu perwakilan RW 08, para Ketua RT 01 hingga RT 08, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang turut 
memeriahkan kegiatan.

Rangkaian acara diawali dengan karnaval budaya dan kirab gunungan hasil bumi yang berisi aneka sayuran, buah-buahan, padi, serta berbagai hasil pertanian lainnya.

Setelah diarak mengelilingi kawasan kampung, gunungan hasil bumi diperebutkan warga sebagai simbol keberkahan, rasa syukur, dan harapan akan rezeki yang melimpah.

Wakil Ketua RW 08, Hariyanto, mengatakan bahwa tradisi Sedekah Bumi merupakan warisan budaya leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan meskipun masyarakat telah memasuki era modern.

"Tradisi Sedekah Bumi tidak bisa ditinggalkan karena merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat dan rezeki yang diberikan.

Selain itu, kegiatan ini juga mempererat persaudaraan dan kebersamaan antarwarga," ujarnya.

Menurut Hariyanto, dalam kegiatan tersebut seluruh masyarakat bersama-sama memanjatkan doa yang dipimpin oleh KH. Ustadz Tarib agar senantiasa diberikan kedamaian, kesehatan, kelancaran rezeki, serta dijauhkan dari berbagai musibah.

Ia juga mengaku bangga melihat tingginya partisipasi masyarakat. Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan tersebut hingga memadati jalan di wilayah RT 06.

"Kami sangat senang karena warga ikut menjaga tradisi ini.

Harapan kami, tahun depan jumlah peserta semakin banyak sehingga budaya warisan leluhur ini terus lestari," katanya.

Selain kirab gunungan, warga juga menggelar tasyakuran dengan membawa tumpeng dari masing-masing keluarga.

Tumpeng tersebut didoakan bersama sebelum dinikmati secara gotong royong, menciptakan suasana penuh keakraban, kekeluargaan, dan kebersamaan.

Rangkaian Sedekah Bumi selanjutnya akan ditutup dengan pagelaran wayang kulit yang digelar pada malam hari sebagai hiburan rakyat sekaligus bagian dari upaya melestarikan seni budaya tradisional.

Melalui tradisi Sedekah Bumi ini, masyarakat Simo Gunung Barat Tol RW 08 tidak hanya mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong, serta menjaga nilai-nilai budaya warisan leluhur agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.


( Red)

Editor : Priyo

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru