Darurat Judi Online Ancam Pelajar, GESEK BEJO Ajak Masyarakat Bangkit Lindungi Generasi Muda

Reporter : Priyo

Beritakasus.com//Surabaya – Ancaman judi online terhadap kalangan pelajar semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan Gerakan Sekolah Bersih Judi Online (GESEK BEJO),

perputaran uang dari aktivitas judi online pada tahun 2026 mencapai angka yang sangat besar dan korbannya kini mulai menyasar anak-anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.

Di Surabaya, bahkan telah muncul kasus seorang anak berusia 14 tahun yang harus menjalani rehabilitasi akibat kecanduan judi online.

Kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak negatif perjudian digital.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Umum Yayasan Jawapes Indonesia Emas, Rizal Diansyah Soesanto, S.T., CPLA, mengajak masyarakat untuk hadir dalam Diskusi Publik Gerakan Sekolah Bersih Judi Online (GESEK BEJO) bertajuk “Bangkit Melawan Judi Online: Wujudkan Sekolah Aman dan Generasi Tangguh”.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 3 Juni 2026 pukul 09.00 WIB di Siola Convention Hall, Jalan Tunjungan, Surabaya.

“Judi online bukan lagi sekadar permainan ilegal, tetapi telah berkembang menjadi kejahatan digital terorganisir yang mengancam pendidikan, kesehatan mental, ekonomi keluarga, dan masa depan generasi muda. Kondisi ini tidak boleh dianggap biasa karena korbannya sudah menyasar anak-anak dan pelajar,” tegas Rizal.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital, media sosial, serta kecerdasan buatan (AI) membuat penyebaran judi online semakin masif, cepat, dan sulit dikendalikan. Oleh karena itu, dibutuhkan langkah pencegahan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Melawan judi online bukan hanya tugas pemerintah dan aparat penegak hukum.

Ini adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, masyarakat, media, akademisi, dan seluruh elemen bangsa. Karena itu kami mengajak masyarakat hadir untuk memahami ancaman nyata judi online dan solusi pencegahannya langsung dari para ahli,” ujarnya.

Dalam diskusi publik tersebut, peserta akan memperoleh pemaparan dari unsur DPRD Kota Surabaya, Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan Informatika, aparat penegak hukum, praktisi hukum, serta pakar teknologi.

Materi yang dibahas meliputi modus terbaru judi online, ancaman penyalahgunaan AI, perlindungan pelajar, literasi digital, hingga langkah konkret yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Rizal berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melindungi generasi muda dari ancaman judi online yang semakin meresahkan.
“Jangan tunggu anak-anak kita menjadi korban berikutnya.

Mari jadikan momentum kebangkitan nasional sebagai kebangkitan bersama melindungi generasi muda dari ancaman judi online. Menyelamatkan generasi muda hari ini berarti menyelamatkan masa depan Indonesia esok hari,” pungkasnya.


(Red)

Editor : Priyo

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru