Sedekah Bumi Dusun Domas Digelar Khidmat di Sendang Putri Domas, Wujud Syukur dan Pelestarian Tradisi

Reporter : Priyo

Beritakasus.com // Gresik – Tradisi Sedekah Bumi atau Tasyakuran Metri Dusun Domas, Desa Domas, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di kawasan Sendang Putri Domas pada Minggu (2/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, anggota DPRD, Camat Menganti, serta ratusan warga.

Acara digelar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, keselamatan, dan hasil bumi, sekaligus sebagai upaya melestarikan tradisi warisan leluhur.

Kepala Dusun Domas, Nuryadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah bergotong royong, mulai dari penggalangan dana hingga pelaksanaan kegiatan, sehingga acara dapat berlangsung dengan lancar dan sukses.

Sementara itu, Kepala Desa Domas, H. Sri Retnowati, mengatakan bahwa pelaksanaan Sedekah Bumi tahun ini memiliki nilai sejarah tersendiri karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di kawasan Sendang Putri Domas yang dikenal sebagai ikon sekaligus tempat yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Desa Domas.

Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang telah bersedekah dan berkontribusi demi terselenggaranya acara. Dalam kesempatan tersebut, Sri Retnowati mengajak seluruh warga untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Sedekah Bumi sebagai bagian dari identitas budaya desa.

Menjelang berakhirnya masa jabatannya pada tahun 2027 setelah mengabdi sekitar 19 tahun sebagai kepala desa, Sri Retnowati turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat apabila selama menjalankan tugas masih terdapat kekurangan.

Camat Menganti, Bagus Arif Jauhari, memberikan apresiasi atas komitmen masyarakat dalam menjaga adat dan budaya.

Ia menegaskan bahwa esensi utama Sedekah Bumi adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan.

Rangkaian acara ditutup dengan pagelaran wayang kulit yang dibawakan oleh Ki Didik. Pertunjukan tersebut disambut antusias oleh masyarakat dan berlangsung hingga malam hari, menjadi hiburan sekaligus sarana untuk terus melestarikan seni budaya Jawa di tengah kehidupan masyarakat modern.


( Dimas)

Editor : Priyo

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru