Beritakasus.com//Surabaya — Setelah delapan hari menunggu kejelasan terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai Komunitas 9 Naga Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, SBY akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf atas informasi yang sebelumnya dinilai menimbulkan ketidaknyamanan bagi pihak-pihak terkait.
Dalam keterangannya, SBY menyampaikan permohonan maaf atas penyebaran informasi di media sosial yang berkaitan dengan Komunitas 9 Naga Tanjung Perak Surabaya.
“Saya meminta maaf sebesar-besarnya atas penyebaran berita yang kurang nyaman di media sosial, terkait Komunitas 9 Naga
Tanjung Perak Surabaya,” ujar SBY, Sabtu (13/9/2026).
Menurut SBY, setelah menunggu selama delapan hari, dirinya akhirnya memperoleh penjelasan yang dinilai lebih akurat dan konkret mengenai persoalan tersebut.
Penjelasan tersebut disampaikan oleh Humas Geranat’s (Gerakan Rakyat Transportasi Online Jawa Timur), Piki Wahyudi, yang didampingi Satrio Tarwojo atau yang akrab disapa Tiyok, selaku Ketua Komunitas 9 Naga Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, terdapat sejumlah informasi yang perlu diluruskan, khususnya terkait data serta komunikasi antara penumpang dan pengemudi Grab.
SBY juga mengakui adanya kekeliruan dalam penyampaian informasi sebelumnya, termasuk terkait pencantuman nomor telepon pribadinya yang berhubungan dengan komunikasi dengan penumpang bernama Christine_Elsada dan pengemudi Grab, Endry Sarbaini, yang disebut dengan panggilan Lawe.
“Saya mengakui kesalahan yang selama ini saya lakukan.
Setelah mendapatkan penjelasan yang akurat dan konkret, saya merasa perlu menyampaikan klarifikasi sekaligus meminta maaf,” ujarnya.
SBY berharap klarifikasi tersebut dapat menjadi penyelesaian atas informasi yang sebelumnya beredar di media sosial.
Ia juga berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih utuh sehingga tidak terjadi kesalahpahaman maupun penyebaran informasi yang belum terkonfirmasi.
Sementara itu, Satrio Tarwojo atau Tiyok menyampaikan bahwa pihaknya menghargai itikad baik SBY yang telah menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka.
Menurut Tiyok, komunikasi secara langsung dan terbuka menjadi langkah penting dalam menyelesaikan kesalah pahaman yang berkembang sebelumnya.
“Yang terpenting, persoalan ini sudah diklarifikasi, kami menghargai permintaan maaf dari SBY dan berharap setelah ini tidak ada lagi kesalahpahaman maupun informasi yang dapat merugikan pihak mana pun,” ujar Tiyok.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan komunikasi serta melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum menyampaikan suatu informasi kepada publik.
Tiyok menegaskan, penyelesaian secara baik dan komunikasi yang terbuka diharapkan dapat menjadi pembelajaran bersama agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Dengan adanya pertemuan dan klarifikasi tersebut, kedua pihak berharap polemik yang sebelumnya berkembang di media sosial dapat diselesaikan secara baik dan tidak berlanjut menjadi kesalahpahaman baru.
(Red)
Editor : Priyo