Senin, 19 Okt 2026 08:16 WIB

Dugaan Kebocoran Razia di Kembang Kuning Surabaya Disorot, Warga Pertanyakan Efektivitas Penertiban

Beritakasus.com // Surabaya — Dugaan praktik prostitusi di kawasan Pemakaman Kembang Kuning, Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, kembali menjadi sorotan., pada hari Sabtu (17/10/2026)

 Aktivitas yang disebut masih berlangsung di kawasan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penertiban dan pengawasan oleh pihak terkait.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dalam laporan investigasi, sejumlah pekerja seks komersial (PSK) diduga masih beraktivitas di area sekitar pemakaman, terutama menjelang sore hingga malam hari.

Kawasan tersebut disebut memiliki area parkir kendaraan, sementara akses jalan dilaporkan telah dipasangi portal dan penerangan di sejumlah titik dinilai minim. 

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga terhadap pemanfaatan kawasan pemakaman yang semestinya dijaga ketertiban dan kenyamanannya.

Muncul dugaan kebocoran informasi razia,dalam laporan tersebut, seorang perempuan yang disebut berinisial S (38) mengaku mengetahui informasi penertiban sebelum petugas tiba di lokasi.

Menurut keterangannya, aktivitas di kawasan itu terkadang sudah sepi ketika petugas datang untuk melakukan razia. 

Ia juga mengeklaim bahwa dalam beberapa kesempatan, pemeriksaan disebut hanya dilakukan di bagian luar tanpa menyisir area yang lebih dalam.

Keterangan tersebut memunculkan dugaan adanya kebocoran informasi terkait rencana penertiban. 

Namun, tudingan itu masih perlu diverifikasi dan dikonfirmasi kepada instansi yang berwenang.
Dugaan Pungutan Liar Perlu Ditelusuri

Selain dugaan kebocoran informasi, muncul pula tudingan mengenai kemungkinan pungutan uang terhadap pekerja seks yang terjaring razia agar dapat kembali beraktivitas.

Informasi tersebut masih sebatas pengakuan narasumber dan belum disertai keterangan resmi dari pihak berwenang. 

Karena itu, diperlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya serta menghindari kesimpulan yang belum didukung bukti.

Apabila terbukti terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan penertiban, persoalan tersebut perlu ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku,warga Harapkan Penertiban Lebih Efektif
Keberadaan dugaan aktivitas prostitusi di kawasan pemakaman menimbulkan kekhawatiran terkait ketertiban lingkungan. 

Warga berharap pemerintah kota, Satpol PP, dan aparat terkait melakukan pengawasan secara konsisten serta menindaklanjuti setiap laporan masyarakat.

Penertiban juga diharapkan tidak sebatas kegiatan seremonial, tetapi dilakukan melalui pemeriksaan yang sesuai prosedur, evaluasi berkala, dan pengawasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat konfirmasi resmi dari Satpol PP Kota Surabaya maupun kepolisian setempat mengenai dugaan kebocoran informasi razia dan pungutan liar tersebut.


(Red)

 

Editor : Priyo