DJ Windy Ajak Pengguna Vape Hormati Aturan dan Kenyamanan di Ruang Publik

Beritakasus.com//Surabaya – Fatwa terbaru Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur mengenai penggunaan rokok elektronik atau vape menuai beragam respons dari masyarakat, termasuk kalangan anak muda dan pelaku industri kreatif.

Salah satu tanggapan datang dari musisi lokal Surabaya, DJ Windy. Ia menilai pembatasan penggunaan vape di ruang publik perlu dipahami sebagai bentuk upaya menjaga kenyamanan bersama, bukan semata-mata membatasi kebebasan pengguna.

Sebelumnya, MUI Jawa Timur menerbitkan Fatwa Nomor 1 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 1 Juli 2026. Fatwa tersebut mengharamkan penggunaan vape sebagai sarana konsumsi narkotika, psikotropika, dan zat terlarang lainnya. Selain itu, penggunaan vape juga dinyatakan haram bagi kelompok rentan serta di sejumlah fasilitas umum.

Fatwa tersebut diterbitkan menyusul temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengenai penyalahgunaan perangkat vape yang dimodifikasi untuk menghantarkan zat psikoaktif baru atau New Psychoactive Substances (NPS).

Menanggapi hal itu, DJ Windy mengaku telah menggunakan vape selama kurang lebih satu tahun. Ia mengatakan lebih menyukai liquid dengan cita rasa buah yang segar dan tidak terlalu manis karena dianggap lebih nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Meski merupakan pengguna vape, Windy mengaku memahami alasan di balik semakin ketatnya pengaturan penggunaan vape di ruang publik. Menurutnya, ruang publik merupakan tempat yang digunakan bersama sehingga setiap pengguna harus menghormati hak dan kenyamanan orang lain.

«"Tidak semua orang nyaman dengan asap atau uap vape. Sebagai pengguna, kita juga harus menghargai orang-orang di sekitar," ujar Windy, Selasa (28/7/2026).»

Ia menilai regulasi yang membatasi penggunaan vape di fasilitas umum bukanlah sesuatu yang berlebihan. Sebaliknya, aturan tersebut dinilai dapat mendorong pengguna agar lebih bijak dalam menentukan tempat ketika menggunakan vape.

"Kalau memang ada area yang dilarang, ya sebaiknya kita patuhi. Dengan begitu, pengguna vape juga bisa menunjukkan bahwa kita tetap menghormati aturan dan masyarakat sekitar," tambahnya.

Windy berharap para pengguna vape dapat mengedepankan etika dalam menggunakan produk tersebut. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan dan sikap saling menghargai akan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi semua pihak.

 

(Red)

Editor : Priyo