Beritakasus.com//Surabaya – Memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan kewajiban bagi setiap pengendara kendaraan bermotor.
Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Kepolisian Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM.
SIM menjadi bukti legitimasi bahwa seseorang telah memenuhi persyaratan serta dinyatakan mampu mengemudikan kendaraan dan memahami aturan lalu lintas.
Bagi masyarakat yang hendak mengajukan SIM C, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.
Pemohon minimal berusia 17 tahun, membawa KTP asli beserta fotokopinya, surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter, serta pas foto.
Setelah persyaratan administrasi terpenuhi, pemohon harus mengikuti dan lulus ujian teori.
Selanjutnya, pemohon wajib mengikuti ujian praktik mengendarai sepeda motor sebagai salah satu tahapan untuk memperoleh SIM C.
Kepala Kelompok Kerja (Pokja) Praktik Satpas SIM Colombo, Aiptu Selamet, bersama tim penguji Aipda Didik Rahman dan Aipda Wage Santoso menjelaskan bahwa setiap peserta terlebih dahulu mendapatkan pengarahan sebelum menjalani ujian praktik.
Menurut Aipda Wage Santoso, arahan tersebut merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat sesuai instruksi Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya, S.I.K., M.M.
“Sebelum peserta melakukan ujian praktik, terlebih dahulu kami memberikan pengarahan mengenai tata cara berkendara saat mengikuti ujian praktik,” ujar Wage, Rabu (9/9/2026).
Ia menegaskan, pelayanan kepada peserta ujian harus dilakukan secara prima, humanis, sabar, dan penuh loyalitas.
Hal tersebut bertujuan agar seluruh materi dan tata cara ujian dapat dipahami dengan baik oleh pemohon.
“Tujuannya agar para peserta uji praktik mudah memahami saat petugas memberikan pengarahan,” jelasnya.
Banyak Peserta Gagal karena Kurang Memperhatikan Arahan
Sementara itu, Aipda Didik Rahman mengatakan, peserta yang dinyatakan tidak lulus ujian praktik umumnya disebabkan kurang memperhatikan pengarahan maupun contoh yang diberikan petugas.
“Peserta terkadang kurang memperhatikan saat petugas memberikan contoh tata cara praktik berkendara di area lapangan dan rute ujian,” ungkap Didik.
Bagi pemohon yang belum berhasil dalam ujian praktik, Satpas memberikan kesempatan untuk mengulang hingga tiga kali. Kesempatan tersebut diberikan dengan jadwal satu kali dalam seminggu sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Satpas SIM Colombo juga memiliki Program Coaching Clinic SIM, yang menjadi wadah pelatihan bagi calon pemohon agar lebih siap menghadapi ujian teori maupun praktik.
“Program Coaching Clinic SIM merupakan program pelatihan yang dibuat Satpas Colombo untuk membantu calon pemohon SIM agar lebih siap menghadapi ujian praktik dan teori pembuatan SIM,” kata Wage.
Ini Materi Penting Ujian Praktik SIM C ,Aiptu Selamet kemudian memberikan sejumlah tips kepada peserta ujian praktik sepeda motor.
Peserta diwajibkan menggunakan helm dengan benar hingga terdengar bunyi “klik”.
Saat berhenti, kaki kiri harus berada di atas tanah, sedangkan kaki kanan berada di atas rem belakang.
Peserta dapat dinyatakan gagal apabila kaki menyentuh tanah ketika sepeda motor sedang berjalan, menjatuhkan patok atau cone, maupun keluar dari jalur yang telah ditentukan.
Pada tahap pertama, peserta akan melewati lintasan lurus, Pengendara diminta memacu kendaraan minimal 30 kilometer per jam dan melakukan pengereman secara stabil hingga berhenti di garis yang telah ditentukan.
“Saat berhenti, turunkan kaki kiri,” jelas Selamet.
Selanjutnya peserta memasuki lintasan berbentuk huruf S. Lintasan tersebut kini dibuat lebih lebar, yakni sekitar 2,5 kali lebar kendaraan.
“Kuncinya menjaga keseimbangan, mengatur gas secara stabil, dan jangan sampai roda keluar dari garis putih,” tegasnya.
Pada tahap terakhir, peserta akan melaju lurus menuju percabangan menyerupai huruf Y.
Peserta kemudian diarahkan untuk berbelok ke kanan atau kiri secara mendadak berdasarkan instruksi petugas atau lampu.
Peserta wajib menggunakan lampu sein sesuai arah belokan dan tidak boleh salah jalur.
Selamet juga mengingatkan peserta agar tidak terlalu fokus melihat roda depan atau ke bawah.
“Jangan melihat ban depan atau ke bawah. Lihat ke depan, ke arah jalur yang akan dituju. Motor akan mengikuti arah pandangan.
Kontrol gas dan rem, gunakan rem belakang untuk menjaga keseimbangan pada kecepatan rendah dan jangan menghentak rem depan,” pungkasnya.
( Red)
Editor : Priyo