Jumat, 09 Okt 2026 17:12 WIB

Perkuat Transformasi Kampus Berkelanjutan, Peneliti Gali Masukan Wartawan dalam FGD di Surabaya

Beritakasus.com // Surabaya — Transformasi perguruan tinggi menuju institusi yang berkelanjutan tidak hanya membutuhkan inovasi dan perubahan organisasi, tetapi juga strategi komunikasi digital yang efektif agar berbagai capaian kampus dapat diketahui masyarakat luas.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama insan media yang digelar di Hotel Mercure Surabaya, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian berjudul “Transformasi Keberlanjutan di Perguruan Tinggi: Analisis Kapabilitas Perubahan Organisasi Melalui Narasi Digital.”

Penelitian tersebut didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melalui Tahun Anggaran 2026.

Penelitian ini diketuai oleh Dr. Elisabeth Supriharyanti, S.E., M.Si., dengan anggota tim peneliti Theresia Intan Putri Hartiana, S.Sos., M.I.Kom.; Monica Adjeng Erwita, S.Sos., M.M.; Yuliasti Ika Handayani, S.E., M.M., CDMS; serta Annisa Alfa Setyawan, S.Ak., M.SM.

Gali Perspektif Wartawan, Perkuat Kualitas Informasi Kampus
FGD tersebut bertujuan menggali pandangan wartawan dan pemimpin redaksi mengenai karakteristik informasi perguruan tinggi yang memiliki nilai berita, sekaligus mengidentifikasi strategi penyampaian informasi pendidikan tinggi agar lebih menarik, akurat, dan mudah dipahami publik.

Pembahasan mencakup teknik dasar penulisan berita sesuai kaidah jurnalistik, penentuan sudut pandang atau angle pemberitaan, penyusunan judul berita daring yang informatif, hingga pembuatan lead atau paragraf pembuka yang mampu menarik perhatian pembaca.

Selain itu, peserta mendiskusikan struktur dan gaya penulisan berita untuk situs web, termasuk kesalahan umum yang perlu dihindari dalam publikasi informasi di lingkungan perguruan tinggi.

Masukan dari praktisi media diharapkan dapat membantu tim peneliti memahami bagaimana informasi akademik dapat dikemas menjadi berita yang relevan dengan kebutuhan masyarakat tanpa mengabaikan akurasi dan prinsip jurnalistik.

Narasi Digital Jadi Kunci Komunikasi Perguruan Tinggi
Dalam era digital, informasi mengenai program pendidikan, inovasi, hasil penelitian, pengabdian kepada masyarakat, prestasi akademik, hingga berbagai upaya keberlanjutan kampus perlu disampaikan melalui narasi yang jelas, menarik, dan mudah diakses.

Informasi tersebut tidak cukup hanya dipublikasikan sebagai dokumentasi kegiatan.

Pengemasan pesan yang tepat juga diperlukan agar masyarakat dapat memahami manfaat, dampak, serta kontribusi perguruan tinggi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan sosial.

Melalui penelitian ini, tim peneliti berupaya memperoleh masukan mengenai peran narasi digital dalam mendukung perubahan organisasi serta memperkuat keberlanjutan institusi pendidikan tinggi.

Pendekatan komunikasi yang efektif diharapkan dapat membantu perguruan tinggi membangun hubungan yang lebih terbuka dengan masyarakat, sekaligus memperluas jangkauan informasi mengenai berbagai program dan capaian akademik.

Bangun Kolaborasi Kampus dan Media, kegiatan FGD ini juga menjadi ruang pertukaran gagasan antara kalangan akademisi dan insan pers dalam memperkuat komunikasi publik perguruan tinggi.

Kolaborasi antara kampus dan media dinilai penting untuk mendukung penyebaran informasi pendidikan yang akurat, profesional, dan bertanggung jawab.

Melalui pemahaman terhadap kebutuhan redaksi dan karakteristik pemberitaan, perguruan tinggi diharapkan mampu menyampaikan informasi yang lebih sesuai dengan kepentingan publik.

Hasil diskusi diharapkan menjadi masukan bagi pengembangan strategi komunikasi digital perguruan tinggi, khususnya dalam mendukung transformasi organisasi dan keberlanjutan institusi pendidikan tinggi.

Sejumlah Insan Media Hadir
Kegiatan FGD bersama media di Surabaya tersebut dihadiri sejumlah wartawan, praktisi pers, dan akademisi, yakni:
Adrianus Adhi dari Surya–Tribun.
Agustinus Fransisco dari Harian Disway., Andre Yuris dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI).
Dr. Endah Imawati, S.Pd., dari Surya dan kalangan akademisi, Priyo Santoso dari Beritakasus.com.

Melalui forum ini, pertukaran perspektif antara peneliti dan praktisi media diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai strategi penyampaian informasi perguruan tinggi, sekaligus mendorong komunikasi digital yang lebih efektif dalam mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi di Indonesia.


( Red)

Editor : Priyo