Kamis, 22 Okt 2026 14:27 WIB

Tak Hanya Melatih Karate, Youpi Nukles Tanamkan Karakter dan Perangi Bahaya Narkoba Lewat P4GN

Beritakasus.com//Surabaya — Youpi Nukles, pria kelahiran Surabaya tahun 1978, resmik menjadi pelatih karate INKAI (Institut Karate-Do Indonesia).,pada hari Kamis (22/10/2026)

Selain menekuni dunia olahraga bela diri, ia juga memiliki komitmen kuat dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, bermental tangguh, berprestasi, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Bagi Youpi, karate bukan sekadar seni bela diri untuk mengasah kemampuan fisik dan teknik bertarung. 

Lebih dari itu, karate merupakan sarana untuk membentuk kedisiplinan, menanamkan rasa tanggung jawab, membangun kepercayaan diri, serta mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan.

Ia menegaskan bahwa seorang atlet karate tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknik yang mumpuni, tetapi juga harus mempunyai karakter dan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kemampuan bela diri tidak boleh dijadikan alasan untuk bersikap arogan, menyombongkan diri, ataupun menyalahgunakan kekuatan. Sebaliknya, ilmu karate harus digunakan secara bijaksana, terutama untuk melindungi diri dan membantu sesama yang membutuhkan pertolongan.

“Karate bukan tempat untuk membangun arogansi. Justru melalui karate, kita belajar tentang kedisiplinan, rasa hormat, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Atlet harus memiliki kemampuan yang baik sekaligus karakter yang kuat,” ujarnya.

Membentuk Mental Baja dan Generasi Berprestasi
Sebagai pelatih karate INKAI, Youpi berharap proses pembinaan atlet dapat melahirkan generasi muda yang memiliki mental baja, tidak mudah menyerah, mampu menghadapi tantangan, serta menjunjung tinggi sportivitas.

Ia menilai bahwa latihan karate dapat menjadi salah satu sarana positif untuk mengarahkan energi generasi muda ke kegiatan yang bermanfaat.

 
Melalui latihan yang terarah dan pembinaan yang berkelanjutan, para atlet diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, meraih prestasi, serta membangun masa depan yang lebih baik.

Menurutnya, keberhasilan seorang pelatih tidak hanya diukur dari banyaknya medali yang diraih atlet, tetapi juga dari keberhasilan membentuk pribadi yang disiplin, rendah hati, bertanggung jawab, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Aktif dalam P4GN, Dorong Generasi Muda Menjauhi Narkoba
Tidak hanya berkiprah sebagai pelatih karate, Youpi Nukles juga tergabung dalam kegiatan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).

Keterlibatannya dalam upaya pencegahan narkoba sejalan dengan semangat pembinaan generasi muda melalui olahraga.

Ia berharap kegiatan karate dapat menjadi salah satu alternatif positif bagi anak-anak dan remaja agar lebih fokus mengembangkan kemampuan, mengejar prestasi, serta menjauhi lingkungan yang berisiko terhadap penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, pencegahan narkoba membutuhkan kepedulian bersama, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, komunitas olahraga, hingga masyarakat luas.

Pembinaan mental dan karakter sejak dini dinilai penting agar generasi muda memiliki pendirian yang kuat, mampu mengambil keputusan secara bijaksana, serta tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan negatif.

“Harapan saya, melalui karate kita bisa membentuk generasi yang tangguh, berprestasi, dan memiliki karakter yang baik. Saya juga ingin anak-anak muda menjauhi narkoba dan mengisi waktunya dengan kegiatan positif yang bermanfaat bagi masa depan mereka,” ungkapnya.

Karate dan P4GN, Dua Langkah untuk Masa Depan Generasi Muda
Peran Youpi Nukles sebagai pelatih karate INKAI sekaligus keterlibatannya dalam P4GN menunjukkan pentingnya sinergi antara olahraga, pendidikan karakter, dan upaya pencegahan narkoba.

Olahraga bela diri dapat menjadi sarana pembentukan kedisiplinan dan mental, sedangkan edukasi P4GN memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.

Melalui kedua bidang tersebut, Youpi berharap semakin banyak generasi muda yang tumbuh menjadi pribadi yang sehat, disiplin, berprestasi, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial.

Baginya, tujuan utama pembinaan bukan semata-mata mencetak atlet yang hebat di arena pertandingan, melainkan juga membentuk manusia yang kuat secara mental, bijaksana dalam bertindak, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Dengan semangat tersebut, Youpi Nukles berharap karate tidak hanya menjadi olahraga bela diri, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, sekaligus mendukung upaya menciptakan generasi muda Indonesia yang tangguh dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.


(Red)

 

Editor : Priyo