Kamis, 29 Okt 2026 00:12 WIB

Momentum Sumpah Pemuda 2026, Ketum WRC BIRENDRA Dedi Irawadi Ajak Generasi Muda Perangi Narkoba Sejak Dini

Beritakasus.com// Bandung — Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, Ketua Umum WRC BIRENDRA sekaligus Dewan Pembina Rehabilitasi Narkoba Lentera Amanah Bersinar, Dedi Irawadi, yang akrab disapa Edi Chang atau Edi Kobra, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sejak dini.

Menurutnya, momentum Hari Sumpah Pemuda tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi pengingat bagi seluruh generasi penerus bangsa untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mengambil langkah nyata dalam menjaga masa depan Indonesia dari ancaman narkoba.

Ia menegaskan, penyalahgunaan narkoba merupakan persoalan serius yang dapat merusak masa depan generasi muda, menghambat prestasi, menghancurkan kehidupan keluarga, serta mengancam kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Peringatan Hari Sumpah Pemuda harus menjadi momentum bagi kita semua untuk memperkuat semangat persatuan dan kepedulian terhadap masa depan bangsa. 

Salah satu langkah nyata yang bisa dilakukan adalah menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba melalui edukasi, sosialisasi, dan pengawasan sejak dini,” ujarnya.

Dedi Irawadi juga menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya para ibu, dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, ibu memiliki peran strategis dalam mendidik, mendampingi, dan mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang berisiko.

Ia mengajak para ibu untuk memberikan nasihat dan perhatian kepada anak maupun anggota keluarga lainnya, termasuk suami, serta membangun komunikasi yang terbuka agar potensi penyalahgunaan narkoba dapat dicegah sejak awal.

“Peran ibu sangat penting dalam menjaga keluarga dari ancaman narkoba. Karena itu, kami mengajak para ibu untuk terus memberikan nasihat, perhatian, dan pengawasan kepada anak-anak serta anggota keluarga. 

Pencegahan harus dimulai dari rumah, kemudian diperkuat melalui lingkungan sekolah dan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan 
bahwa peredaran gelap narkoba merupakan persoalan yang membutuhkan perhatian dan kewaspadaan bersama.

Upaya pemberantasan tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah, organisasi sosial, hingga lingkungan pergaulan.

Menurutnya, sinergi antara masyarakat, Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, dan berbagai lembaga terkait perlu terus diperkuat agar upaya pencegahan, edukasi, penegakan hukum, serta pemulihan bagi korban penyalahgunaan narkoba dapat berjalan secara berkesinambungan.

“WRC BIRENDRA bersama BNN, jajaran kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat perlu terus memperkuat komitmen dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. 

Kita semua memahami bahwa narkoba dapat menghancurkan masa depan generasi penerus bangsa. Karena itu, jangan pernah mencoba atau menggunakan narkoba, sekalipun hanya karena rasa ingin tahu atau pengaruh lingkungan pergaulan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kewaspadaan terhadap peredaran narkoba harus ditingkatkan, termasuk di lingkungan permukiman. 

Masyarakat diharapkan tidak menutup mata apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba di sekitarnya.

Namun, setiap dugaan harus disikapi secara bijak dan tidak dengan tindakan main hakim sendiri. 

Warga diimbau menyampaikan informasi kepada perangkat desa atau kelurahan maupun aparat berwenang agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

Dedi menambahkan, generasi muda harus memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba. Masa depan, cita-cita, pendidikan, dan kesempatan meraih prestasi tidak boleh dipertaruhkan hanya karena rasa penasaran, tekanan pergaulan, ataupun bujuk rayu pihak yang tidak bertanggung jawab.

Melalui edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba, ia berharap kesadaran masyarakat, terutama kalangan pelajar dan pemuda, semakin meningkat. 

Dengan demikian, lingkungan pendidikan dan permukiman dapat menjadi tempat yang aman, sehat, serta mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa.

“Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ini, mari kita satukan tekad untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba. Apabila menemukan hal yang mencurigakan terkait dugaan peredaran narkoba, segera laporkan kepada perangkat desa atau aparat yang berwenang. 

Jangan takut untuk peduli, tetapi tetap utamakan keselamatan dan jangan bertindak sendiri,” harapnya.

Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026
Dedi Irawadi, selaku Ketua Umum WRC BIRENDRA sekaligus Dewan Pembina Rehabilitasi Narkoba Lentera Amanah Bersinar, mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai kekuatan dalam membangun bangsa yang sehat, berkarakter, berprestasi, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Bersatu untuk Indonesia, bergerak untuk masa depan, dan bersama-sama lawan narkoba demi menyelamatkan generasi penerus bangsa.


(Red)

 

Editor : Priyo