Berita kasus.com//Surabaya – Ormas Madura Asli (Madas) Sedarah melalui Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Wonokromo sukses menyelenggarakan kegiatan edukatif dan religi bertajuk “Cangkrukan Hukum dan Sosialisasi Penanggulangan Bencana”. Minggu (105/2026).
Acara yang berlangsung hangat ini mengusung semangat sinergi antara pemahaman hukum, kesiapsiagaan warga, dan penguatan nilai spiritual.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Madas, Bung Tofik, S.H., M.H., yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif akar rumput dalam mencerdaskan anggota dan masyarakat sekitar.
Turut hadir pula perwakilan dari Bhabinkamtibmas Polsek Wonokromo, sebagai bentuk sinergi antara ormas dan aparat penegak hukum dalam menjaga kondusivitas wilayah hukum Polsek Wonokromo.
Poin Utama Kegiatan:
Literasi Hukum dan Mitigasi Bencana.
Anang Kustyawan hadir sebagai narasumber utama yang mengupas tuntas pentingnya kesadaran hukum bagi masyarakat sipil serta langkah-langkah taktis dalam penanggulangan bencana.
Materi ini bertujuan agar warga Wonokromo lebih tanggap dan tidak panik saat menghadapi situasi darurat.
Dialog Interaktif (Cangkrukan):
Mengambil konsep khas Surabaya, “Cangkrukan”, acara berlangsung dengan diskusi dua arah yang santai namun berbobot, memungkinkan anggota DPAC Wonokromo, bertanya langsung mengenai persoalan hukum sehari-hari kepada para ahli.
Pernyataan Ketua Umum Madas, Bung Tofik, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini adalah ruh dari organisasi.
”Madas bukan sekadar tempat berkumpul, tapi wadah belajar. Dengan paham hukum dan sigap bencana, kita menjaga martabat; dengan bershalawat dan menjaga ukhuwah, kita menjaga hati,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah untuk memperkuat keakraban antar anggota DPAC Wonokromo, tokoh masyarakat, dan pihak kepolisian.
(Red)
Editor : Priyo