Beritakasus.com// Surabaya – Gerakan Sekolah Bersih Judi Online (GESEK BEJO) menggema dalam kegiatan Diskusi Publik dan Deklarasi bertema "Bangkit Melawan Judi Online, Wujudkan Sekolah Aman dan Generasi Tangguh" yang digelar di Siola Convention Hall Lantai 4, Jalan Tunjungan, Surabaya, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat pencegahan judi online di kalangan pelajar sekaligus membangun kesadaran bersama tentang bahaya judi online yang semakin mengancam generasi muda Indonesia.
Acara yang diprakarsai Yayasan Jawapes Indonesia Emas dan jaringan Warga Peduli Sosial (Jawapes) Indonesia ini terselenggara atas kerja sama dengan DPRD Kota Surabaya Komisi D, Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta Universitas Sunan Giri.
Kegiatan dibuka oleh Nabila Rahmadiansyah dari Fakultas Kedokteran ITS, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa yang dipimpin M. Sholeh. Ketua Panitia, Candra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
"Kami menyadari masih terdapat berbagai keterbatasan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Namun kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi seluruh peserta. Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak," ujarnya.
Melalui Deklarasi GESEK BEJO, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama untuk mewujudkan sekolah bebas judi online, aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang karakter generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan literasi digital, pendidikan karakter, pengawasan berkelanjutan, serta kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Diskusi publik yang dipandu Rizal Diansyah Soesanto menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, teknologi, legislatif, dan penegak hukum untuk membahas strategi pencegahan judi online di lingkungan pendidikan.
Dalam pemaparannya, Rizal Diansyah Soesanto menegaskan bahwa judi online merupakan ancaman serius yang harus dilawan secara bersama-sama.
"Judi online adalah ancaman bersama yang harus dilawan melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat."
Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Heri Setiawan, menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai benteng utama perlindungan pelajar dari pengaruh judi online.
"Sekolah harus menjadi benteng perlindungan pelajar melalui pendidikan karakter, pengawasan, dan literasi digital."
Pangestu Widodo dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya menyoroti pentingnya literasi digital sebagai upaya membentengi generasi muda dari penyalahgunaan teknologi dan paparan judi online.
"Literasi digital dan pemanfaatan teknologi secara sehat menjadi kunci mencegah pelajar terpapar judi online."
Dari unsur penegak hukum, Mahatir Muhammad Hidayat menegaskan bahwa anak-anak yang telah terjerat judi online harus mendapatkan perlindungan dan pendampingan, sementara para pelaku dan sindikat harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
"Anak yang terjerat judi online harus diselamatkan, sementara bandar dan sindikatnya harus ditindak tegas."
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Johari Mustawan, menekankan perlunya dukungan kebijakan yang kuat untuk memperkuat perlindungan pelajar dari ancaman perjudian online.
"Perlindungan pelajar dari judi online harus diperkuat melalui kebijakan, pengawasan, dan kolaborasi berkelanjutan."
Pakar teknologi Mochamad Hariadi mengingatkan bahwa sindikat judi online kini memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menjaring korban dari berbagai kalangan, termasuk pelajar.
"Teknologi digital kini dimanfaatkan sindikat judi online sehingga kewaspadaan dan edukasi harus ditingkatkan."
Sementara itu, Suwito menegaskan bahwa anak-anak yang terpapar judi online harus dipandang sebagai korban yang membutuhkan perlindungan dan pemulihan.
"Anak yang terpapar adalah korban yang harus dilindungi, sedangkan pelaku utama wajib dihukum tegas."
Melalui Diskusi Publik dan Deklarasi GESEK BEJO ini, para peserta berharap lahir gerakan masif dan berkelanjutan dalam pemberantasan judi online di lingkungan pendidikan. Gerakan Sekolah Bersih Judi Online di Surabaya diharapkan mampu memperkuat ketahanan generasi muda, meningkatkan literasi digital, serta menciptakan sekolah yang aman, sehat, berkarakter, dan bebas dari pengaruh judi online demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
( Red)
Editor : Priyo