Jumat, 19 Jun 2026 21:23 WIB

Respon Cepat Laporan Warga, Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman Pimpin Evakuasi Pemuda Bojonegoro yang Ditemukan Gantung D

Beritakasus.com//Gresik – Peristiwa tragis terjadi di wilayah hukum Polsek Menganti, Polres Gresik. Seorang pemuda asal Kabupaten Bojonegoro ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tergantung di sebuah rumah kos yang berada di Dusun Gempol, Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jumat (19/6/2026).

Menerima laporan dari masyarakat, Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman segera memimpin penanganan di lokasi kejadian dengan mengerahkan personel piket fungsi bersama Tim Identifikasi (Inafis) Polres Gresik serta petugas medis dari Puskesmas Kepatihan untuk melakukan evakuasi dan penyelidikan.

Korban diketahui bernama berinisial  (MA) 21 Tahun, seorang karyawan swasta yang berasal dari Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian tersebut terungkap sekitar pukul 11.00 WIB.

Awalnya, saksi bernama Prapto Adi Saputro, yang merupakan teman korban, mendapat telepon dari kakak kandung korban, Wulan Eliyawati, yang meminta dirinya untuk memeriksa kondisi adiknya di kamar kos milik Minarti.

Saat melakukan pengecekan di area kos, saksi menuju kamar mandi dan mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung pada kusen pintu kamar mandi menggunakan seutas tali tampar.

Mengetahui kondisi tersebut, saksi segera meminta bantuan pemilik kos dan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), identifikasi korban, serta pemeriksaan awal bersama tenaga medis.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain bekas jeratan di leher yang diduga akibat gantung diri.

Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah sesuai prosedur, mulai dari pengamanan lokasi, pengumpulan keterangan saksi, hingga koordinasi dengan keluarga korban.

"Kami bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Saat ini seluruh proses penanganan telah dilakukan sesuai prosedur dan kami juga berkoordinasi dengan pihak keluarga korban," ujarnya.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis keluarga, sahabat, maupun lingkungan sekitar, sehingga setiap tanda-tanda tekanan mental dapat dikenali dan mendapatkan perhatian sedini mungkin.


(Red)

Editor : Priyo