Jumat, 21 Agu 2026 10:36 WIB

UMKM Aglaonema Desa Pejaten Didorong Naik Kelas melalui Transformasi Digital

Beritakasus.com// Tabanan, Bali — Pelaku usaha hortikultura tanaman hias Aglaonema di Desa Pejaten, Kabupaten Tabanan, Bali, didorong untuk meningkatkan pengelolaan usaha melalui transformasi digital.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada 6–8 Juli 2026 dengan memperkenalkan Smart Inventory System, sistem kasir digital atau Point of Sale (POS), serta katalog produk berbasis QR-Code kepada pelaku UMKM hortikultura

Aglaonema Desa Pejaten.
Program ini hadir sebagai respons terhadap sejumlah kendala yang selama ini dihadapi pelaku usaha, mulai dari pencatatan stok secara manual, dokumentasi transaksi yang belum sistematis, hingga keterbatasan jangkauan pemasaran.

Dari Pencatatan Manual ke Sistem Digital
Pencatatan inventori secara manual dinilai berpotensi menimbulkan perbedaan antara jumlah stok fisik dan data yang tercatat.

Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko kesalahan dalam pengelolaan persediaan.
Melalui Smart Inventory System, pelaku usaha diarahkan untuk melakukan pencatatan stok secara lebih terstruktur dan dapat diperbarui secara real-time.

Sementara itu, sistem kasir digital membantu mencatat transaksi penjualan secara otomatis sekaligus memudahkan penyusunan laporan penjualan dan rekapitulasi keuangan.

Akurasi Stok Capai 90 Persen
Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, penggunaan Smart Inventory System mampu meningkatkan akurasi pencatatan stok hingga sekitar 90 persen.

Sistem tersebut membantu mitra memantau ketersediaan tanaman dengan lebih baik sekaligus mengurangi risiko kesalahan pencatatan.

Dari sisi pemasaran, penggunaan katalog berbasis QR-Code juga memberikan dampak positif.

Jumlah transaksi penjualan tercatat meningkat hingga sekitar 30 persen dibandingkan sebelum penggunaan katalog digital.

QR-Code Perluas Jangkauan Pemasaran
Program transformasi digital juga menyasar aspek pemasaran melalui katalog produk berbasis QR-Code.

Calon konsumen dapat mengakses informasi mengenai produk melalui smartphone hanya dengan memindai kode QR.

Cara ini dinilai lebih praktis untuk memperkenalkan berbagai jenis tanaman Aglaonema yang tersedia sekaligus membuka peluang perluasan pasar bagi UMKM Desa Pejaten.

Pelatihan dan Pendampingan
Pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan mitra sejak tahap sosialisasi, pelatihan, implementasi sistem, pendampingan hingga evaluasi.

Dalam pelatihan, para pelaku UMKM mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan Smart Inventory System, sistem kasir digital, serta katalog berbasis QR-Code.

Pendampingan juga diberikan agar teknologi tersebut dapat digunakan secara mandiri dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Pendekatan ini turut mendorong peningkatan literasi digital dan kepercayaan diri pelaku UMKM dalam mengelola usaha berbasis data.

Dorong UMKM Desa Lebih Kompetitif
Transformasi digital pada UMKM Aglaonema Desa Pejaten diharapkan tidak sekadar berhenti pada penggunaan aplikasi, tetapi mampu menjadi bagian dari perubahan pola pengelolaan usaha.

Integrasi sistem inventori, kasir digital, dan katalog QR-Code memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk mengelola stok dengan lebih akurat, mencatat transaksi secara sistematis, memperluas pemasaran, serta mengambil keputusan berdasarkan data yang tersedia.

Secara keseluruhan, pemanfaatan teknologi digital diharapkan menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, literasi digital, dan daya saing UMKM hortikultura di wilayah pedesaan.


(Red)

Editor : Priyo