Kamis, 01 Okt 2026 12:14 WIB

PNN Deklarasi di Surabaya, Teten Indra Serukan Politik Berakhlak, Persatuan dan Kemandirian Ekonomi Rakyat

Beritakasus.com//Surabaya — Partai Nasionalis Nusantara (PNN) resmi mendeklarasikan pendiriannya di Jalan Peneleh Gang 7, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Kamis (1/10/2026).

Deklarasi tersebut dihadiri jajaran pengurus PNN, di antaranya Ketua Umum Teten Indra, Wakil Ketua Umum Bintang, Sekretaris Jenderal Menur, serta Wakil Sekretaris Jenderal Prof. Itok.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, pembacaan Deklarasi PNN, hingga pembacaan Setya Pancasila.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PNN Teten Indra mengusung tema “Berakhlak, Nasionalis, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Teten menegaskan, pembentukan PNN tidak hanya berorientasi pada pembangunan organisasi politik, tetapi juga membawa cita-cita perjuangan untuk menjadikan politik sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat.

“Politik bukan semata-mata tentang kekuasaan. Politik adalah jalan pengabdian. Kekuasaan hanyalah alat, sedangkan tujuan akhirnya adalah menghadirkan sebesar-besarnya manfaat bagi rakyat,” ujarnya.

Tekankan Politik Berintegritas
Teten juga menekankan pentingnya membangun kader yang memiliki integritas, mampu menjaga ucapan dan tindakan, menghormati perbedaan, serta menempatkan kepentingan bangsa dan negara sebagai bagian dari orientasi perjuangan.

Menurutnya, politik harus dijalankan dengan mengedepankan nilai moral, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap hukum.

Persatuan di Tengah Perbedaan
Persatuan bangsa menjadi salah satu poin utama dalam deklarasi dan sambutan tersebut.

Teten menyebut Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku, agama, daerah, profesi, maupun pandangan politik.

Perbedaan, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persaudaraan kebangsaan.

“Tidak boleh kita terpecah. Kita boleh berbeda suku, agama, daerah, profesi maupun pandangan. Tetapi ketika berbicara tentang Indonesia, kita mempunyai satu tanah air, satu bangsa, dan satu tujuan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, perbedaan pandangan dalam kehidupan politik merupakan bagian dari dinamika demokrasi.

Namun, persatuan bangsa tetap harus menjadi landasan dalam menjalankan perjuangan politik.
Dorong Kemandirian Ekonomi Rakyat.

Selain persoalan politik dan kebangsaan, PNN juga menyampaikan perhatian terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

PNN mendorong kader dan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan produktif melalui penguatan UMKM, koperasi, serta jaringan usaha yang dijalankan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kita dorong koperasi dan berbagai kegiatan ekonomi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Kita perlu menemukan kemampuan produksi kader dengan jaringan pasar yang lebih luas.

Penguatan sektor ekonomi tersebut diarahkan untuk mendorong kemandirian masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan.

Tegaskan Transparansi dan Kepatuhan Hukum
Dalam sambutannya, Teten turut menyoroti pentingnya transparansi, profesionalisme, kemandirian, dan kepatuhan terhadap hukum dalam menjalankan organisasi politik.

Ia menegaskan, kepentingan pribadi tidak boleh mengalahkan kepentingan organisasi maupun masyarakat.

“Tidak boleh ada penyaluran partai untuk kepentingan pribadi, tidak boleh ada kekuatan ekonomi yang mengendalikan cita-cita perjuangan kita.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari penegasan PNN untuk membangun organisasi politik yang mengedepankan integritas, transparansi, serta orientasi pelayanan kepada masyarakat.

Dari Persatuan Menuju Kemakmuran
Pada bagian akhir sambutannya, Teten mengajak seluruh kader dan keluarga besar PNN untuk membesarkan partai sebagai wadah pengabdian kepada bangsa dan negara.

Arah perjuangan tersebut dirumuskan melalui pesan:
“Dari Nusantara, kita kuatkan persatuan. Dari persatuan, kita tegakkan kedaulatan.

Dari kedaulatan, kita wujudkan keadilan. Dan dari keadilan, kita bangun kemakmuran rakyat Indonesia.

Kegiatan deklarasi kemudian ditutup dengan seruan, “Berakhlak! Nasionalis! Bersatu! Berdaulat! Adil dan Makmur!”

Melalui deklarasi tersebut, PNN menyampaikan sejumlah nilai dan arah perjuangan yang ingin dibangun, mulai dari akhlak dalam politik, persatuan nasional, kedaulatan, keadilan, transparansi organisasi, kepatuhan terhadap hukum, hingga penguatan ekonomi masyarakat.


(Red)

Editor : Priyo